Pengantar Tentang Wardrobe

on Jumat, 16 September 2011

Sederhananya, wardrobe adalah lemari pakaian, Namun bila kita memperhatikannya lebih teliti, wardrobe yang asalnya dai Inggris ini sesungguhnya berari sebuah ruang penyimpanan pakaian dan kain atau biasa disebut linen (kain paling bagus pada waktu trsebut terbuat dari linen) Menurut sejarah di abad 16 atau 17 wardrobe kemudian tidak lagi hanya berupa ruang dengan rak-rak tetapi mulai dilengkapi dengan laci-laci yang dapat ditarik dan gantungan.

Pada perkembangannya, wardrobe berubah wujud sebagai sebuah mebel berbentuk lemari tinggi dengan laci di bawah rak dan kaca di baian depannya. Wardrobe seperti ini sangat populer pada periode gaya Victorian dan menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia, dapat ditemukan lemari-lemari pakaian dengan bentuk senada.

Sepuluh tahun terakhir ini, wardrobe built in-lah yang semakin populer. Lemari pakaian built ini biasanya dibuat selebar dan setinggi dengan dinding yang terletak di kamar tidur. Permukaannya yang rata membuatnya tampil simple seperti layaknya dinding. Wardrobe built ini ini juga lebih cocok dengan gaya hidup masa kini yang membutuhkan kepraktisan untuk menyimpan lebih banyak pakaian yang di miliki masyarakat kini.

Perkembangan wardrobe juga diikuti dengan perkembangan teknologi baru, khususnya pada engsel-engsel lemari, baik engsel pintu lemari berdaun maupun pintu lemari geser yang membuat tampilan wardrobe lebih simple dan bersih. Ada juga alat bantu penarik gantungan yang tinggi dengan menggunakan hidrolik yang tidak akan berbentur keras ketika laci ditutup. Semua bertujuan memudahkan penggunaan wardrobe. Jika Anda ingin membuat wardrobe, selain teknologi baru, pembagian penyimpanan merupakan hal yang sangat penting, seuaikan dengan kebutuhan yang setiap orang akan berbeda dengan yang lainnya.

Wardrobe atau lemari pakain umunya hadir dalam bentuk lemari dengan tinggi 2 meter dan memiliki 2 atau beberapa pintu yang dibaliknya terdapat rak-rak baju (untuk menyimpan pakaian yang dilipat), gantungan untuk menyimpan pakaian yang harus digantung) dan laci sebagai tempat penyimpanan barang atau surat berharga. wardrobe konvensional umumnya didesign free standing dengan memiliki kedalaman idela 60 cm. Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan semakin bertambah design wardrobe kini mulain bergeser ke tipe built in.

Bahkan tak jarang wardrobe sekarang ii ditempatkan pada tempat khusu yang disebut walk in closet. Ini membuktikan kalau kehadiran wardrobe sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah hunian.

Kini fungsi wardrobe tidak sekedar menjadi tempat menyimpan pakaian saja tetapi juga perlengkapan lain yang menunjang penampilan. Designnya pun telah berkembang sehingga pengguna dalam menyusun pakaian dan aksesoris lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar